Istilah Digital Printing

Categories TulisanPosted on
istilah-digital-printing

Berikut beberapa istilah tinta dan Jenis tinta digital printing yang umum :

1.) Tinta Pigment

Pigmen tinta menggunakan partikel kecil dari bahan berwarna untuk memberikan warna tinta. Pigmen tinta terdiri dari partikel kecil yang bila dicetak akan menempel diatas lapisan kertas bukannya diserap ke dalam kertas seperti pada proses cetak tinta dye, pada beberapa kondisi cetakan kuat sampai 200thn(dengan kondisi tertentu).

2.) Tinta Sublimasi

Tinta sublimasi adalah zat warna tersuspensi yang tersuspensi dalam cairan pelarut, seperti air. Tinta sublime ini yang dicetak ke kertas transfer lalu ditransfer ke kain poliester dengan mesin pres panas pada suhu sekitar 180 hingga 210 C (375 F). Perubahan dari partikel padat ke gas yang mewarnai kain inilah yang dimaksud sublimasi.

3.) Tinta Latex

TInta latex merupakan tinta berbahan dasar air sehingga ramah lingkungan, meskipun berbahan dasar air tinta ini berbeda dengan Dye ink (tinta dye) tinta latex sangat kuat bisa menempel pada berbagai media. Lateks sendiri adalah istilah yang menggambarkan stabil, dispersi berair partikel polimer mikroskopis. (selengkapnya dikupas dikekomentar)

4.) Tinta UV

Tinta cetak yang kering ‘matang’ dengan bantuan lampu ultra violet. Proses UV curing melibatkan polimerisasi atau cross linking dari monomer saat tinta cetak ditimpa sinar UV. Monomer UV mempunyai sensitizer yang menyerap energy sinar UV yang kemudian memicu proses polimerisasi pada monomer.

5.) Tinta Eco-Solvent

Tinta Eco-Solvent pada prinsipnya hampir sama dengan tinta solvent terdiri dari pigment resin dan pelarut.

Perbedaan tinta solvent dan eco-solvent hanya pada jenis bahan jenis pelarutnya. Tinta jenis ini lebih ramah lingkunan dibanding dengan tinta solventbaunya yang tidak terlalu keras maka disebut dengan tinta eco-solvent.

6.) Tinta Solvent

Tinta Solvent (Oli base) merupakan tinta yang dibuat dari campuran pigment dan resin untuk menjaga agar pigment dan resin tetap cair maka dibutuhkan pelarut agar tinta tetap cair, setelah tinta diaplikasikan kemedia cetak oleh printer maka pelarut ini akan menguap.

7.) Tinta Dye

Tinta dye ( water base/bahan dasar air) merupakan berbahan dasar air dan pewarna/pigment.

Karakteristik tinta Dye agak lebih cair dari jenis tinta lain, warna lebih cerah (bright) tetapi media yang dapat dicetak menggunakan tinta jenis ini sangat terbatas, cetakan cepat pudar dan bila hasl cetak terkena air luntur.

8.) Tinta Reaktif

Tinta reaktif mengandung zat warna yang menciptakan ikatan kimia dengan selulosa bila diaplikasikan ke kain yang kemudian akan diproses. Tinta reaktif sangat cocok diaplikasikan pada industri textle dan garment seperti untuk mencetak di linen, rayon, nilon dan bahan selulosa lainnya.

9.) Cleaner

Dari semua jenis tinta diatas maka masing masing ada cairan khusus pembersih printheanya, cairan ini berbeda untuk tiap jenis mesin yang digunakan. Fungsi cleaner yakni untuk membersihkan printhead dari tinta kering yang menyumbat digunakan pada proses perawatan dan perbaikan.