Kreatifitas

Categories Bacaan, TulisanPosted on

Industri kreatif Indonesia saat ini memasuki fase yang sangat cemerlang, industry kreatif merupakan sector strategis dalam pembangunan nasionak ke deoan karena industry kreatif berkontribusi secaraa signifikan terhadap perekonomian nasional. Selain itu, isu strategis terkait dengan pengembangan industry ini meliputi: wirausaha kreatif, usaha kreatif serta karya kreatifmerupakan suatu tantangan yang dihadapi oleh semua subsector industry kreatif. Wirausaha dan usaha kreatif lokal sebagian besar belum mampu untuk berkompetisi dengan wirausaha dan usaha kreatif asing yang sebahian besar sudah memilliki kemamppuan produksi yang besar dan sudah terkelola secara professional. Walaupun demikian, karya kreatif yang dihasilkan bangsa Indonesia banyak diakui oleh dunia internasional memiliki nilai kreatifitas tinggi.

Penerbitan dan percetakan merupakan subsektor ekonomi kreatif yang saat ini berkembang dan berpeluang sangat besar selain arsitektur; Desain;  Kerajinan; Periklanan; (Sumber : Siaran Pers : Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif 2015-2019)

Jelas perkembangan industri kreatif Indonesia dimasa yang akan datang akan  terus berkembang  dengan dukungan teknologi yang lebih inovatif, efisien serta ramah lingkungan sebagai daya dobrak demo majunya industry kreatif itu sendiri. “Tinggal siapkah kita menjadi pemain dalam industry tersebut kedepan??”

Alih Teknologi Sebagai Jawaban Bagi Industri Kreatif

Isu  global mengenai pamanasan bumi menjadi faktor pendorong berbagai peralihan teknologi dan penemuan berbagai  teknologi baru di berbagai bidang dalam dunia percetakan pun tidak terlepas dari hal tersebut. Berbagai vendor besar dunia yang membuat teknologi printer/mesin cetak, teknologi printhead, teknologi tinta cetak saat ini tengah berlomba-lomba untuk mengeluarkan printer/mesin cetak yang mendukung teknologi ramah lingkungan,inovatif dan efisien  terutama teknologi yang mendukung proses dan hasil akhir dari sebuah produksi cetak tersebut.

Salah satu teknologi dalam dunia percetakan yang berkorelasi dengan hal diatas adalah teknologi UV. Teknologi ini sebenarnya bukan hal baru dalam industri percetakan , dalam percetakan dengan metode konvensional sudah lama ada istilah teknologi UV akan tetapi metode tersebut berbeda dengan teknologi printer UV Ink.

Istilah UV printer merupakan istilah untuk tinta cetak yang kering dengan bantuan lampu ultra violet dimana printer menggunakan “UV curing ink” dalam mencetak. Proses UV curing melibatkan polimerisasi atau cross linking dari monomer saat tinta cetak ditimpa sinar ultra violet. Monomer UV mempunyai sensitizer yang menyerap energy sinar UV yang kemudian memicu proses polimerisasi pada monomer.

Tinta UV disebut 100% solid sebab hampir semua yang ada dikandungannya digunakan habis dalam proses polimerisasi. Sementara tinta biasa tidak demikian,pelarut atau solven menguap dan lapisan tinta yang kering hanya mengandung sisa penguapan.

Salah satu keunggulan menonjol dari tinta UV terhadap tinta biasa adalah tidak adanya VOC (Volatile Organic Compounds) dilepas  ke udara selama proses pengeringan”. Sementara tinta biasa akan melepas VOC ke udara bersamaan dengan menguapnya pelarut.

Cepatnya proses pengeringan atau pematangan tinta UV adalah keunggulan kedua . Hal ini disebabkan dalam proses  polimerisasi yang jauh lebih cepat disbanding pengeringan pada tinta biasa, bahkan dalam ruang relatif lebih sempit bila disbandingkan dengan sitem oengeringan oven.kertas cetakan dapat langsung diproses lebih lanjut missal dipotong, lipat setelah terkena proses pengeringan lampu UV.Hal ini tentu akan mengurangi terjadinya “color bleed”( warna blobor) dan goresan atau bekas gesekan diatas permukaan cetak.

Keunggulan terakhir, tanpa adanya pelarut di tinta UV, memungkinkan operator mencetak detil gambar lebih tajam dan halus dengan resolusi yang lebih tinggu, hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan higher mesh counts pada proses screening  di prepress