Emotional Marketing

Categories Bacaan, Marketing, TulisanPosted on

Emotional Marketing
Adalah marketing yang “emosian”, eh bukan deh.🤣

Emosional marketing bukan marketing yang marah2 ato menjual produk sambil “emosian” apalagi marahnya karena target nggak tercapai2. 🤣

Emosional marketing merupakan strategi menjual dengan melibatkan emosi si calon pembeli.
Tujuannya mempengaruhi pengambilan keputusan calon pembeli.

Rasa senang, rasa takut, rasa sedih, rasa bangga, dan perasaan2 lain yang sebetulnya sudah ada pada setiap orang dirancang terlibat pada proses2 penjualan.

Secara sadar atau tidak beberapa produk atau banyak produk yang sudah kita beli sangat mungkin dibeli bukan karena pertimbangan rasional tapi hanya gara2 bangkitnya emosional (positif) perasaan2 itu sangatlah mungkin mendominasi dan mempengaruhi pengambilan keputusan pada saat proses membeli sesuatu.

Membeli karena takut kehabisan promo, membeli karena senang, membeli karena milih produk karya anak bangsa. dll. bisa jadi merupakan pilihan2 emosional karena secara kualitas produk, harga dsb. yang harusnya menjadi dasar rasional pengambilan keputusan untuk membeli bisa jadi di nomor duakan.

Bukan contoh, hanya inspirasi dari status ini, kejadian siang tadi.
“Kak kami dari yayasan sosial ini kegiatan2 kita, kami tidak minta sumbangan tapi kami menjual buku voucher dan 30% keuntungannya disisihkan untuk kegiatan sosial kami, dengan voucer2 ini kaka bisa hemat sampai 1,5jt
Dan dengan membeli buku ini kaka sudah banyak membantu adik2 kita.” bla bla bla, bla bla bla…

Selamat malam tetap jaga “emosi”…😜